beberapa hari sudah gw abizin tinggal di Jakarta.. dan gw seneng banget bisa mendapat pencerahan2 dari berbagai sumber...
suatu ketika gw membaca buku motivasi yang berjudul *Cacing dan kotoran kesayangannya* by Ajahn Brahm.
gw hanya bisa terdiam ketika membaca cerita keempatnya.. merasa tertohok dan tak mampu berkata apa-apa..
jadi ceritanya bermula begini... ada 3 orang bodoh tukang taman di dunia ini...
taman dikiaskan dengan maksud dunia ini. atau masalah yang sedang kita hadapi.
idealnya ketika kita sedang duduk di suatu taman yang indah. alangkah baiknya kita menikmati keindahan ini sejenak tanpa melakukan apapun
dicerita ini ada 3 tipe tukang taman yang bodoh:
Orang bodoh pertama akan berpikir, ini gagasan bagus yang mengasyikkan. Jadi pertama-tama, mereka memutuskan untuk membereskan segala pekerjaan remeh temeh, sesudah itu merka baru akan melarutkan diri dlm kedamaian di taman. Jadi, hamparan rumput harus dipotong, bunga perlu disiram, dedaunan harus dipangkas, semak2 harus dibabat, jalan setapak harus disapu.. tentu saja itu semua menghabiskan seluruh waktu mereka, dan pekerjaan yg beres pun baru sebagian kecil. Pekerjaan mereka jadinya tak pernah selesei, dan merka tak akan pernah memiliki sejenak waktu untuk diam dalam damai
Orang bodoh kedua berpikir bahwa mereka lebih pintar dari orang bodoh pertama. Mereka menyingkarkan semua garu dan penyiram, lantas duduk di taman sambil membaca majalah bisa jadi yang berisi gambar pemandangan alam nan aduhai. Tetapi, itu berarti menikmati majalah, bukannya menemukan kedamaian di taman
Orang bodoh ketiga menyingkirkan semua perlatan berkebun, smua majalah, Koran, dan radio dan duduk diam dalam damai ditamannya selama kira2 dua detik! Lalu mereka berpikir *rumput itu perlu dipotong dan semak2 disana harus dibabat segera. Jika saya tidak segera menyiram bunga2 itu, mereka akan layu. Dan rasanya tanaman kaca-piring yang indah akan tampak bagus disudut sana! Ya! Dengan sedikit hiasan tempat mandi burung didepan situ. Saya bias membelinya di tempat pembibitan.. itu sih namanya menikmati berpikir dan berencana. Tidak ada kedamaian pikiran disitu.
Pekebun yang bijak akan mempertimbangkan, saya telah bekerja cukup lama, sekarang waktunya untuk menikmati buah dari pekerjaan saya mendengarkan kedamaian. Jadi biarpun rumput perlu dipotong dan dedaunan harus dipangkas dan blab la bla! TIDAK SEKARANG. Dengan cara inilah, kita temukan kebijaksanaan untuk menikmati taman, sekalipun tidak sempurna
Pekebun yang bijak akan menikmati lima belas menit kedamaian ditengah kesempurnaan dari tidak smepurnanya alam, tidak berpikir, tidak berencana, dan tidak merasa bersalah. Kita semua berhak untuk pergi dan emndapatkan kedamaian dgn cara mereka sendiri. Lali, steelah memeperoleh bagian penting dan vital dari lima belas menit dalam damai, kita bisa meneruskan tugas berkebun kita.
begitulah gw. tanpa gw sadari karena gw perfeksionis dalam pekerjaan gw. gw jadi melakukan hal-hal yang remeh. hal-hal yang bukan tugas gw. sehingga untuk menikmati waktu gw sendiri pun gak bisa..
jujur gw ngena banget baca cerita keempat ini. karena muka gw serasa ditampar dan
dibangunkan hoyy!! kamu itu kayak si tukang taman pertama yang bodoh. dan makasi banget buat Ajahn Brahm yang sudah menulis buku itu. It's so inspirational..
dan gw akan belajar buat berubah. berubah supaya gak jadi tukang taman bodoh pertama













